SELAMAT DATANG





SELAMAT DATANG

ANALISIS MELALUI PENGENDAPAN

Memahami kesetimbangan kelarutan merupakan bagian yang penting dalam pengkajian kimia larutan. Banyak kuliah kimia dasar tahun pertama meluangkan waktu untuk eksperimen mengenai analisis kualitatif anorganik, identifikasi kualitatif anorganik, identifikasi ion-ion yang terdapat dalam suatu senyawaan atau campuran. Pengetahuan mengenai pengendapan dan pelarutan endapan adalah fundamental bagi identifikasi kualitatif kation dan anion dalam larutan maupun pemisahan ion satu dari yang lain.
Pelarutan dan pengendapan berhubungan dengan larutan. Larutan didefenisikan sebagai campuran homogen antara dua atau lebih zat yang terdispersi baik sebagai molekul. Atom maupun ion yang komposisinya dapat bervariasi, larutan dapat berupa gas, cairan atau padatan. Larutan encer adalah larutan yang mengandung sejumlah solut relative terhadap jumlah pelarut. Sedangkan larutan yang mengandung sebagian besar solut, solut adalah zat terlarut. Pada umumnya zat yang digunakan sebagai pelarut adalah air, sedangkan air yang berfungsi sebagai pelarut adalah alkohol amoniak, kloroform, benzene, minyak, asam asetat, akan tetapi kalau menggunakan air biasanya tidak disebutkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan yaitu temperatur, sifat pelarut, efek ion sejenis, efek ion berlainan, pH, hidrolisis, pengaruh kompleks dan lain-lain.
Campuran homogen adalah penggabungan dua zat tunggal atau lebih yang semua partikelnya menyebar merata sehingga membentuk satu fase, yang disebut fase adalah zat yang sifat atau komposisinya sama antara satu bagian dengan bagian yang lain didekatnya. Sebagai contoh gula dan air, rasa manis air gula disemua benzene sama, baik diatas, dibawah maupun dipinggirnya karena begitu kecil dan meratanya partikel gula sehingga tidak dapat dilihat walaupun dengan mikrokop, yang tampak hanya satu fase, yakni cairan dan campuran ini disebut larutan. Campuran homogen adalah penggabungan dua zat tunggal atau lebih yang semua partikelnya menyebar merata dan membentuk suatu fase. Yang dimaksud satu fase adalah zat yang sifat dan komposisinya sama antara satu bagian yang lain di dekatnya.
Endapan merupakan zat yang memisahkan diri sebagian suatu fase padat yang keluar dari larutan. Endapan mungkin berupa kristal (kristalisasi) atau koloid, dan dapat dikeluarkan dari larutan dengan penyaringan atau pemusingan (sentrifuge). Endapan akan terbentuk atau tidak tergantung pada kelarutan (solubility) dari zat terlarut, yaitu jumlah maksimum zat terlarut yang akan larut dalam sejumlah tertentu zat pelarut. Serta bergantung pada hasil kali kelarutan ion-ion yang bergabung dalam larutan tersebut atau yang disebut dengan Quosien Reaksi (Q). Endapan akan terbentuk ketika hasil kali kelarutan ion-ionnya (Q) lebih besar daripada harga hasil kali kelarutannya (Ksp). Pada kondisi ini larutan dikatakan lewat jenuh sehingga terjadi pengendapan. Jika nilai Q-nya sama dengan Ksp, maka larutan tepat jenuh yaitu larutan tepat akan mengendap. Tetapi ketika nilai Q tidak melampaui atau kurang dari harga Ksp, maka lautan dikatakan belum jenuh sehingga tidak terjadi pengendapan. Kelarutan (solubility) suatu endapan, didefinisikan sebagai konsentrasi molar dari larutan jenuhnya. Kelarutan bergantung pada berbagai jenis kondisi seperti suhu, tekanan, konsentrasi bahan-bahan lain dalam larutan itu, dan pada komposisi pelarutnya atau jenis pelarutnya. Jadi suatu larutan akan mengendap atau tidak, dapat ditentukan dengan memeriksa nilai Q-nya. Secara umum, hubungan antara kelarutan (s) dengan tetapan hasil (Ksp) dinyatakan sebagai berikut :
Ksp  = (n-1)n-1 Sn
Dimana, n adalah jumlah ion dari elektrolit.
Jika diketahui konsentrasinya, maka :
AxBy              XAy+    +   YBx-
Ksp   AxBy  =     [Ay+]x   +   [Bx-]y
Jika harga   :
a.    Jika Q < Ksp, larutan belum jenuh (tidak terjadi endapan)
b.    Jika Q = Ksp, larutan tepat jenuh (tepat akan mengendap)
c.    Jika Q > Ksp, larutan lewat jenuh (terbentuk endapan)
Pembentukan  endapan adalah salah satu teknik untuk memisahkan analit dari zat lain. Endapan dapat ditentukan dengan cara ditimbang dan dilakukan perhitungan stoikiometri. Cara ini dikenal dengan nama Gravimetri.
Gravimetri adalah metode analisis kuantitatif unsur atau senyawa berdasarkan bobotnya diawali dengan pengendapan dan diikuti dengan pemisahan dan pemanasan endapan dan diakhiri dengan penimbangan. Untuk memperoleh keberhasilan pada analisis secara gravimetri, maka harus memperhatikan tiga hal berikut:
1.    Unsur atau senyawa yang ditentukan harus terendapkan sempurna.
2.    Bentuk endapan yang ditimbang harus diketahui dengan pasti rumus molekulnya.
3.    Endapan yang diperoleh harus murni dan mudah ditimbang.
Dalam analisis gravimetri meliputi beberapa tahap sebagai berikut:
1.    Pelarutan sampel (untuk sampel padat)
2.    Pembentukan endapan dengan menambahkan pereaksi pengendap secara berlebih agar semua unsur atau senyawa diendapkan oleh pereaksi. Pengendapan dilakukan pada suhu dan pH tertentu yang merupakan kondisi optimum reaksi pengendapan.
Tahap analisa gravimetri paling penting, yaitu:
1.    Penyaringan endapan
2.    Pencucian endapan, dengan cara menyiram endapan di dalam penyaring dengan larutan tertentu
3.    Pengeringan endapan sampai mencapai berat konstan
4.    Penimbangan endapan
5.    Perhitungan

% hasil BaCrO4=Berat nyataBerat teoritisx 100%

Analisis gravimetri dapat dilakukan dengan cara pengendapan, penguapan dan elektrolisis.
1.    Metode pengendapan
Suatu sampel yang akan ditentukan secara gravimetri mula-mula ditimbang secara kuantitatif, dilarutkan dalam pelarut tertentu kemudian diendapkan kembali dengan reagen tertentu. Senyawa yang dihasilkan harus memenuhi syarat yaitu memiliki kelarutan yang sangat kecil sehingga bisa mengendap kembali dan dapat dianalisis dengan cara menimbang. Endapan yang terbentuk harus berukuran lebih besar daripada pori-pori penyaring (kertas saring), kemudian endapan tersebut dicuci dengan larutan elektrolit yang mengandung ion sejenis dengan dengan ion endapan.
2.    Metode penguapan
Metode penguapan dalam analisis gravimerti digunakan untuk menetapkan komponen-komponen dari suatu senyawa yang relatif mudah menguap. Cara yang dilakukan dalam metode ini dapat dilakukan dengan cara pemanasan dalam suhu tertentu atau penambahan suatu pereaksi tertentu sehingga komponen yang tidak diinginkan mudah menguap atau penambahan suatu pereaksi tertentu sehingga komponen yang diinginkan tidak mudah menguap.
3.    Metode elektrolisis
Metode elektrolisis dapat digunakan dengan cara mereduksi ion-ion logam terlarut menjadi endapan logam. Ion-ion logam berada dalam bentuk kation tertentu apabila dialiri dengan arus listrik dengan besaran tertentu dalam waktu tertentu maka akan terjadi reaksi reduksi menjadi logam dengan bilangan oksidasi 0. Endapan yang terbentuk selanjutnya dapat ditentukan berdasarkan beratnya.
Stoikiometri adalah cara perhitungan kimia untuk menghitung dan menimbang spesi-spesi kimia. Stoikiometri adalah perhitungan kimia yang menyangkut hubungan kuantitatif zat yang terlibat dalam reaksi. Penelitian yang cermat terhadap pereaksi telah melahirkan hukum-hukum dasar kimia yang menunjukkan hubungan kuantitatif itu. Hukum tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:
1.    Hukum Kekekalan Berat (Lavoisier, 1783)
“Pada reaksi kimia, berat zat yang bereaksi sama dengan berat zat hasil reaksi”.
Contoh :        Mg       +          Cl2                 MgCl2
                    1,0 gram          2,9 gram          3,9 gram
2.    Hukum Penyatuan Volume (Gay Lussac, 1808)
“Pada temperatur dan tekanan yang sama perbandingan volume gas-gas pereaksi dan hasil reaksi merupakan bilangan bulat dan mudah”.
Contoh :        2H2      +          O2                2H2O
               2 mol               1 mol               2 mol
3.    Hukum Perbandingan Tetap
“Perbandingan berat unsur-unsur penyusun suatu senyawa selalu tetap”. Misalnya rumus senyawa AxBy.

berat B dalam AxBy = yx Ar B x Berat AxByMr AxBy

% B dalam AxBy= yx Ar BMr AxBy x % AxBy

untuk menghitung % dalam zat campuran = banyaknya zatbanyaknya campuran x 100%

Dalam konsep mol, terdapat beberapa rumus seperti:

jumlah mol n= massa (gram)Mr atau Ar (grammol)
4.    Hukum Avogandro
“Pada temperatur dan tekanan yang sama, volume yang sama dari semua gas mengandung jumlah mol yang terdapat di dalamnya”.
Contoh :        N          +          O2                2NO
                      1 vol                1 vol                2 vol
                      n molekul        n molekul        2n molekul
          atau
                           N4        +          O4                2N2O2
                      1 vol                1 vol                2 vol
                      n molekul        n molekul        2n molekul

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar